Persepsi Ketuhanan
Minggu, 19 Maret 2017
Diorama dunia biarkanku amati mereka.
Indahnya hidup dalam persepsi ketuhanan.
Adidaya, omnipotensi, lebih dari ikarus.
Aku hanya bertanya, tanya dalam benak sejak awal zaman.
Dalam senyawa yang kau panggil jiwa.
Adakah nyawa, sebuah butir kosmis yang siuman?
Letak prioritasmu pada harap yang kusisip dalam buta.
Aku adalah dirimu, senyawa yang bernyawa.
Hitam bukan warna, ia representasi dunia.
Empati, aku adalah serpihan lelah jiwa
Vallium injeksi, beri aku damai
Akan resah pada mereka, sosialita
Indahnya hidup dalam persepsi ketuhanan.
Adidaya, omnipotensi, lebih dari ikarus.
Aku hanya bertanya, tanya dalam benak sejak awal zaman.
Dalam senyawa yang kau panggil jiwa.
Adakah nyawa, sebuah butir kosmis yang siuman?
Letak prioritasmu pada harap yang kusisip dalam buta.
Aku adalah dirimu, senyawa yang bernyawa.
Hitam bukan warna, ia representasi dunia.
Empati, aku adalah serpihan lelah jiwa
Vallium injeksi, beri aku damai
Akan resah pada mereka, sosialita
edit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sebagai manusia ber-norma , komentar anda seharusnya mencerminkan pribadi anda :)